Zidane Dilema Melihat Jese

0

Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane mengakui Jese Rodriguez sebagai pemain muda yang potensial. Tapi dia juga tidak rela melihat Jese tidak banyak bermain. Lahir di Las Palmas, Jese adalah salah satu jebolan akademi Madrid atau biasa disebut La Fabrica. Pemain 23 tahun itu menjalani debut bersama tim senior Madrid di Desember 2011 silam, ketika menginjak usia 18 tahun.

Di tahun 2014, jurnalis top Spanyol, Guillem Balague, menyebutnya memiliki teknik lebih baik jika dibandingkan Cristiano Ronaldo di ruang sempit dan juga lebih baik dari Gareth Bale di usia yang sama. Jese memiliki kemampuan yang sama baiknya di kedua kakinya. Itulah sebabnya dia tidak kesulitan ditempatkan pada kedua sisi lapangan dan juga bisa dimainkan pada posisi penyerang utama serta di belakang striker.

Kualitasnya yang menonjol adalah kecepatan serta kemampuan tekniknya. Dia juga mempunyai penciuman yang tajam akan gol. Sky Sports mencatat jika Jese mencetak gol dalam enam dari tujuh kesempatannya turun sebagai starter untuk Real Madrid.

Sayangnya, Madrid juga memiliki nama-nama besar yang tidak mudah ditepikan. Jese tidak mendapatkan banyak kesempatan bermain karena Madrid punya sosok-sosok contohnya Ronaldo, Bale, Karim Benzema, atau malah James Rodriguez yang musim lalu kesulitan mendapatkan waktu bermain.

Sepanjang musim kemarin, Jese hanya tampil 28 kali di Liga Spanyol. Tapi jumlah waktu bermainnya hanya 823 menit atau rata-rata hanya tampil 29 menit. Meskipun demikian, pemain yang kontraknya hanya tersisa satu musim lagi itu masih dapat berkontribusi lima gol serta tujuh assist dalam keterbatasannya tersebut.

Zidane mengakui jika Jese punya potensi yang besar, tapi di sisi lain dia kesulitan memberikan kesempatan. Andai dia ada dalam posisi sebagai teman atau keluarga, Zidane menyarankan Jese pergi demi untuk mengembangkan diri.

“Saya suka Jese, dia adalah pemain yang sangat bagus,” ujarnya.

“Tapi dia tidak banyak bermain di musim lalu dan kalau saya adalah teman atau keluarganya, saya akan memberitahu dia untuk pergi serta mencari lebih banyak waktu untuk bermain.”

“(Tapi) Dia dapat bertahan di Madrid karena saya mengenal kualitasnya,” tutupnya.