xabi alonso
Xabi Alonso Jelaskan Perbedaan Mourinho dan Guardiola

Bolahero.com – Xabi Alonso baru-baru ini menyebutkan beberapa hal yang menjadi perbedaan antara sosok Jose Mourinho Guardiola serta Pep Guardiola. Perbandingan yang ia beberkan memang sangat sederhana. Akan tetapi, cukup menarik perhatian banyak pihak di dunia sepakbola internasional.

Xabi Alonso mencoba untuk membandingkan bagaimana gaya kepelatihan Mou dan Pep di klub masing-masing. Keduanya adalah pribadi yang dianggap jenius dalam dunia manajerial sepakbola modern pada saat ini.

Alonso sendiri tengah menikmati ditangani oleh Guardiola di Bayern Munich. Namun demikian, pada awalnya ia juga sempat merasakan kehebatan sosok Mourinho saat masih memakai jersey Real Madrid.

“Menurut saya, Pep mendapat banyak pengalaman baru saat ia pindah ke Bayern. Ia dan tim yang dibesutnya sangat hebat, detil dan ia punya rencana yang jelas. Ia bisa mengubah sebuah tim, mengubah gaya main tim seperti apa yang ia kehendaki,” ungkap Alonso pada media Spanyol, Marca.

“Sementara Mourinho adalah manajer yang sangat kompetitif. Ia selalu ingin menang serta sangat sering memancing sisi emosional para pemainnya, tim bahkan para fans. Saya sendiri berpendapat ada kemiripan di antara kedua pelatih itu, tapi ada pula yang berbeda dari sosok Pep dan Mourinho,” lanjutnya.

Pep Guardiola sendiri saat ini sudah memastikan diri sebagai calon manajer anyar Manchester City di musim depan. Hal itu ia pastikan setelah menolak perpanjangan kontrak yang ditawarkan Die Roten. Sementara Jose Mourinho masih belum jelas kariernya, setelah ia didepak Chelsea bulan Desember 2015 lalu. Belakangan ini Mou memang dihubung-hubungkan bakal mengatasi Manchester United. Tapi belum ada kejelasan dari kedua belah pihak.

Terlepas dari dua sosok pelatih hebat itu, Xabi Alonso baru saja mengantarkan Bayern Munich melaju ke babak semi final Liga Champions 2015/16 setelah menaklukkan Benfica secara agregat. Meski berhasil ditahan imbang 2-2 di Portugal, namun Bayern sebelumnya telah menang 1-0 di Allianz Arena. Agregat 3-2 pun membawa Die Roten berpeluang untuk menyabet trofi Liga Champions terakhir kalinya bersama Guardiola.