Wilmots Belum Puas Dengan Kemenangan Belgia
Wilmots komentari soal kegagalan Belgia mencetak banyak gol di babak pertama

Bolahero.com – Wilmots belum puas dengan kemenangan Belgia di babak 16 besar Piala Eropa 2016 yang digelar di Stadium de Tolouse, Senin (27/06/16) dini hari WIB. Menghadapi Hongaria, skuad The Red Devils mampu memetik kemenangan meyakinkan dengan skor telak 4-0 atas lawan mereka tersebut dan berkat hasil positif ini maka Belgia pun berhak melaju ke babak perempatfinal.

Gol pembuka Belgia dicetak oleh Toby Alderweild saat laga baru memasuki menit ke-10. Namun hingga babak pertama berakhir, Belgia gagal menggandakan keunggulannya meskipun mereka memiliki beberapa peluang untuk menjebol gawang Hongaria. Barulah di babak kedua Belgia mampu menambah keunggulan mereka yang masing-masing dicatatkan oleh Michy Batshuayi, Eden Hazard dan disusul oleh Yannick Carrasco yang menutup pesta gol timnya.

Secara keseluruhan, Belgia tampil cukup dominan di mana mereka mendapatkan 25 attempts dan 14 percobaan mereka mengarah tepat ke sasaran. Namun penampilan gemilang yang ditunjukkan oleh penjaga gawang Hongaria, Gabor Kiraly, membuat barisan pemain depan Belgia menjadi kesulitan untuk mencetak gol dan tercatat pula pemain yang bersangkutan melakukan 10 penyelamatan gemilang untuk timnya dan inilah yang mendapat sorotan dari pelatih Marc Wilmots.

Menurut penilaian pelatih berusia 47 tahun tersebut melihat banyaknya peluang yang dimiliki oleh timnya di babak pertama seharusnya Belgia bisa unggul 3-0. Tetapi yang terjadi justru Belgia cukup banyak membuang-buang peluang sehingga babak pertama pun berakhir dengan skor 1-0 saja.

“Seharusnya kami bisa unggul 3-0 pada paruh pertama pertandingan. Kami justru menjaga skor 1-0 ini terlalu lama. Kami pada akhirnya bisa mencetak gol kedua dan ketiga dengan cukup cepat akan tetapi kami membutuhkan banyak peluang. Anda mendapat hukuman,” ucap Wilmots seperti yang dikutip dari situs resmi UEFA.

“Saya ingin mengatakan kepada para pemain saya agar mereka bisa bermain dengan lebih bersabar. Sering kali di saat latihan, kami melakukan satu-dua kali operan. Ketika tampil di Brasil, Anda menanyakan mengapa dan pada hari ini Anda semua telah mengetahui mengapa Anda bisa memindahkan bola dengan begitu cepat,” terang Wilmots.