Soccer Liga Italia : Gelandang Juventus Ini Ternyata Nyaris Hijrah ke PSG

Miralem Pjanic baru-baru ini mengungkapkan bahwa dia nyaris hijrah ke Paris Saint-Germain saat masih bermain untuk Roma.

0
Soccer Liga Italia
[image source juventus.com]

Bolahero.com – Soccer Liga Italia : Gelandang Juventus Miralem Pjanic baru-baru ini mengungkapkan bahwa dia nyaris hijrah ke Paris Saint-Germain saat masih bermain untuk Roma. Pjanic, 26, sempat bermain untuk Metz dan Lyon di Prancis sebelum pindah ke Roma dan kemudian berlabuh ke la Vecchia Signora.

Seperti dikutip dari ESPN (19/10/2016), pemain asal Bosnia dan Herzegovina itu mengatakan bahwa raksasa Prancis itu sempat menghubunginya ketika dia bermain untuk Roma, pada bulan Januari 2014 lalu.

“Saya nyaris pindah ke PSG pada musim dingin lalu [Januari 2014],” kata Pjanic kepada France Football.

Pjanic mengaku dia masih berjuang untuk meraih gelar bersama Roma, ketika PSG mulai merayunya. Alih-alih pindah ke PSG yang sejak awal mengincarnya, Pjanic justru akhirnya memilih pindah ke Juventus.

Baca juga:

 

Setelah PSG menghubunginya, Pjanic kemudian mendapat telepon dari Walter Sabatini, mantan direktur sepakbola Roma. Sabatini menegaskan kepadanya bahwa dia tidak akan kemana-mana, meski raksasa Prancis itu siap membayar 50 juta euro atau sekitar Rp 713 miliar.

Setelah gagal mendapatkan Pjanic, PSG berpaling pada Yohan Cabaye dan membeli pemain Newcastle United itu dengan mahar 20 juta euro atau setara dengan Rp 285 miliar. Namun, Cabaye tidak tinggal lama di Parc des Princes. Dia meninggalkan Paris pada musim panas 2015 dan merapat ke Crystal Palace, sementara Pjanic tetap di Roma sampai Juve membelinya dengan biaya transfer 32 juta euro (Rp 456 miliar) musim panas ini.

Pjanic sudah mencintai sepakbola sejak kecil, karena ayahnya adalah seorang mantan pemain bola di divisi tiga sepakbola Yugoslavia. Pemain 26 tahun itu memulai karir sepakbolanya di Luxembourg. Ketika usianya memasuki tujuh tahun, bakat Pjanic pada sepakbola semakin terlihat. Ayahnya yang mengetahui hal itu memutuskan untuk membiarkan putranya bergabung dengan klub lokal FC Schifflange 95 di Schifflange.

Setelah sempat bergabung dengan Lyon, pada tanggal 31 Agustus 2011, Pjanic akhirnya menyetujui kontrak empat tahun yang ditawarkan oleh klub Italia Roma. Giallorossi memboyongnya dengan mahar 11 juta euro atau sekitar Rp 156 miliar. Gol pertamanya bersama Roma pun terjadi ketika melawan Lecce.

Soccer Liga Italia
[image source artgibbs.com]
Kini, setelah dirinya tak lagi bermain untuk Roma, playmaker Juventus itu mengaku karirnya di Roma sangat penting. Dalam sebuah wawancara dengan FIFA.com, Pjanic juga menyinggung bahwa perkembangan dirinya hingga bisa menjadi pemain seperti sekarang ini, adalah berkat klub lamanya, Roma.

“Idola saya adalah Zidane. Saya beruntung bisa bermain di Metz sebagai klub pertama saya. Saya punya banyak pilihan lain pada saat itu, tapi filosofi mereka yang membuat saya terkesan. Pada usia 17, saya memiliki kesempatan untuk bergabung dengan tim Pertama,” ungkap Pjanic.

Ketika ditanya tentang musim pertamanya di Juventus, Pjanic mengaku itu selalu terasa sulit. Menurutnya, pemain harus belajar untuk beradaptasi dengan tim dan itu tidak mudah, mengingat Juventus sendiri merupakan klub yang selalu berambisi untuk menang.

“Tujuan kami adalah untuk mengulang kesuksesan musim lalu dan bermain sebaik mungkin di Liga Champions. Saya di klub besar, semuanya sempurna dan saya berharap dapat membantu klub untuk menang,” imbuhnya.

Sebelum pindah ke Roma, Pjanic sempat berkarir di Lyon selama tiga tahun. Sebelum akhinya pindah ke Serie A dan bergabung dengan Roma pada 2011. Pada hari Selasa (18/10/2016) lalu, Pjanic bersama timnya Juve bertandang ke markas Lyon di Parc Olympique Lyonnais.

Dalam laga lanjutan Liga Champions, si Nyonya Tua dijamu Lyon di markasnya pada babak penyisihan Grup H. Meski hanya bermain dengan 10 pemain, Juve berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Lyon.