timnas portugal
Pola Unik Timnas Portugal di Piala Eropa Sejak 1996

Bolahero.comTimnas Portugal bertolak ke Prancis dengan segudang kepercayaan diri dan dijagokan menjadi salah satu penantang juara. Bukan sebatas omong kosong, karena Portugal ternyata mempunyai pola yang unik pada gelaran Piala Eropa.

Mulai sejak Piala Eropa 1996 di Inggris, Seleccao das Quinas mendapatkan sederet prestasi yang membentuk pola dan mungkin akan berulang pada tahun ini. Pada Piala Eropa 2016, Portugal tergabung di grup F berbarengan Hongaria, Islandia dan Austria. Awalnya, mereka diperkirakan bisa dengan mudah menjadi juara grup. Tapi faktanya, Portugal cuma berhasil menyabet tiga hasil imbang dari tiga laga di penyisihan grup.

Mujur bagi tim ini, lantaran UEFA menggunakan aturan baru untuk tim yang lolos ke fase gugur. Duduk di posisi ketiga klasemen grup F, Portugal mendapat keuntungan dengan menjadi satu diantara empat tim peringkat tiga terbaik. Maju ke babak 16 besar, timnas Portugal berjumpa tim kuda hitam yang tengah oke-okenya, Kroasia.

Portugal cukup kesusahan untuk menyingkirkan Kroasia yang berlaga impresif di 16 besar. Bahkan pemain terbaik mereka, Ronaldo tidak berhasil membuat peluang yang bermakna. Tak ada gol dalam 90 menit waktu normal. Akan tetapi pada pada Ricardo Quaresma menyelamatkan Portugal di fase perpanjangan waktu. Portugal dua kali lolos dari lubang jarum.

Bila menilik langkah keikutsertaan Portugal di putaran final Piala Eropa sejak 1996, Seleccao memiliki satu pola unik yang mungkin bisa terulang. Mulai sejak gelaran Piala Eropa 1996 sampai Euro 2004, prestasi Portugal memang mengalami peningkatan (perempat final, semi final dan final). Akan tetapi prestasi mereka menurun di tahun 2008. Setelah kembali anjlok hanya bisa mencapai fase perempat final.

Di tahun 2012, prestasi Cristiano Ronaldo dkk kembali menanjak dengan sampai ke semi final. Bila menilik kembali pola pada tahun 1996 sampai 2004, semestinya timnas Portugal dapat kembali menembus partai puncak pada Piala Eropa kesempatan ini. Akan tetapi hal semacam itu bakal susah dicapai bila Ronaldo dkk cuma memercayakan keberuntungan semata. Perbaikan penampilan harus segera dilakukan sebelum semua terlambat.