isc b
Pelatih ISC B Harus Memenuhi Standar Lisensi dari PT GTS

Bolahero.com – Operator kompetisi ISC PT Gelora Trisula Semesta (GTS) berencana mengaplikasikan standar lisensi pelatih untuk klub Divisi Utama peserta ISC B. Para pelatih klub diharuskan mengantongi lisensi minimal AFC C.

Direktur Pertandingan dan Regulasi PT GTS, Ratu Tisha Destria, menyampaikan kalau pihaknya mengakui ingin menggunakan regulasi itu untuk kompetisi ISC B. Hal itu dikerjakan demi meningkatkan kualitas tim dan setiap pertandingan sepanjang kompetisi berlangsung.

“Kalau untuk kualitas kompetisi, kami ingin seperti itu. Tapi keputusan ini masih belum disahkan,” tutur Tisha.

Akan tetapi, Tisha mengaku rencana operator itu masih sulit untuk diwujudkan, mengingat jumlah pelatih lokal yang berlisensi AFC C masih minim. Terlebih, ditambah keadaan sepakbola Indonesia yang saat ini sudah setahun lebih menjalani hukuman FIFA.

“Tapi jika berkaca pada situasi sepakbola Indonesia pada saat ini, kami hanya memberi referensi, jadi ini belum masuk keputusan final,” lanjutnya.

Gagasan PT GTS masalah lisensi pelatih juga disikapi dengan berbeda oleh pihak klub Divisi Utama peserta ISC B. Mereka mengaku keberatan dengan regulasi itu. Akan tetapi sejatinya ada juga yang mendukung hal tersebut demi menjaga kaulitas kompetisi serta pelatih itu sendiri.

PSIM Yogyakarta umpamanya, menurut sang manajer, Agung Danar, rencana PT GTS begitu menyusahkan timnya, karena saat ini pelatih Erwan Hendarwanto cuma mempunyai lisensi C nasional.

Pelatih Persatu Tuban, Mursyid, yang sudah mengantongi lisensi A Nasional mengatakan: “Pastinya untuk ketentuan tersebut, kami merasa cukup keberatan. Mungkin kami akan memberi usulan kepada PT GTS supaya mempertimbangkan lagi regulasi itu.”

Namun, sang manajer Persatu Tuban, Fahmi Fikroni, justru mendukung gagasan yang diusung operator itu. Dia menilai kalau regulasi itu menjadi tantangan untuk seluruh tim peserta serta bisa meningkatnya kualitas kompetisi.

“Dengan begitu, tidak bisa sembarangan bagi pelatih yang ingin melatih klub dari Divisi Utama. Ini adalah upaya untuk menghidupkan lagi tata kelola persepakbolaan Indonesia supaya lebih baik,” kata Fahmi.

Adanya standar lisensi pelatih-pelatih di Indonesia awalnya sudah pernah dilakukan, dengan adanya program kepelatihan. Akan tetapi lantaran tersangkut sanksi dari FIFA selama setahun ini, program tersebut juga ikut dihentikan.