Pelatih Ceko Kritik Permainan Timnya Di Babak Pertama
Vrba tidak puas melihat permainan Ceko sepanjang babak pertama

Bolahero.com – Pelatih Ceko kritik permainan timnya di babak pertama yang menurut penilaiannya cukup kacau meskipun pada akhirnya mereka mampu mengamankan poin dengan mengimbangi Kroasia. Sebagaimana yang diketahui Republik Ceko berhasil terhindar dari kekalahan saat berhadapan dengan Kroasia pada laga kedua Grup D Piala Eropa 2016 yang digelar di Stade Geoffroy-Guichard pada Jumat, (17/06/16) malam WIB.

Permainan Ceko di babak pertama memang kurang begitu gemilang malahan mereka sempat tertinggal oleh Kroasia setelah Ivan Perisic mencatatkan namanya di papan skor di menit ke-37. Kroasia berhasil memperlebar keunggulan mereka di menit ke-59 berkat gol yang dicetak oleh Ivan Rakitic. Ceko baru bisa membalas di menit ke-75 dan 89 melalui gol balasan Milan Skoda dan Tomas Necid yang mencetak gol lewat eksekusi penalti.

Meski berhasil terhindar dari kekalahan namun permainan anak asuhnya di babak pertama membuat sang pelatih Ceko, Pavel Vrba, merasa kecewa sekaligus merasa heran. Ia pun mengakui sempat berbicara kepada para pemain saat turun minum dan hasilnya di babak kedua permainan Ceko mulai membaik malahan mereka bisa mencetak dua gol ke gawang Kroasia.

“Pada jeda paruh pertama, saya sempat berkata kepada para pemain jikalau mereka tak mau bermain sepakbola maka kami tidak memiliki tempat untuk mereka di sini. Kroasia pada saat itu jauh lebih baik ketimbang kami,” cetus Vrba seperti yang dikutip dari situs resmi UEFA.

“Kami tidak memiliki peluang, hanya menyapu bola saja. Pada babak kedua kami mulai membaik dan begitulah cara kami untuk menyamakan kedudukan. Itu juga tidak lepas dari keberuntungan. Laga menghadapi Turki tentu akan menjadi laga yang krusial,” sahut Vrba.

“Saya tidak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi pada babak pertama. Sebelum pertandingan kami sudah membicarakan banyak hal tetapi kami malah tidak mengeksekusinya dengan baik di babak pertama,” timpalnya. “Saja juga memberitahu mereka bahwa mereka seperti tengah bermain petak umpet. Pada babak kedua, mereka mulai lebih banyak melakukan pergerakan dan lebih banyak menyerang,” tutup Vrba.