jaap stam
On this Day (1 Juli): Jaap Stam Dihadirkan Sir Alex ke MU

Bolahero.comJaap Stam merupakan salah satu pemain bertahan legendaris Mancheser United, yang mulai gabung Setan Merah pada musim 1998/99. Pemain asal Belanda itu didatangkan oleh Sir Alex Ferguson ke Old Trafford dan menjadi salah satu pemain vital di lini belakang Setan Merah.

Hari ini, 1 Juli 18 tahun yang lalu, Manchester United mengumumkan perekrutan Jaap Stam pada pemain yang bersangkutan masih membela timnas Belanda di Piala Dunia 1998 Prancis. Bek sentral berkepala pelontos itu hengkang dari PSV Eindhoven, yang sebelumnya ia bantu merengkuh trofi Eredivisie musim 1997/98.

Manchester United sendiri adalah tim luar Belanda pertama bagi Jaap Stam, setelah berkutat di tanah kelahirannya sejak mengawali karier profesionalnya. Stam memulai petualangannya berbarengan FC Zwolle, kemudian ia sempat juga bergabung ke Cambuur dan Willem II. Pada beberapa klub sebelumnya, Stam diposisikan menjadi pemain tengah. Ia mulai menempati posisi bek sentral saat membela PSV.

Meski hanya membawa Belanda finis ke-4 di Piala Dunia 1998, Stam langsung jadi andalan di lini belakang United-nya Sir Alex Ferguson saat itu. Ronny Johnsen atau Wes Brown bergantian menjadi tandem Stam sebagai tembok tangguh Setan Merah.

Di musim debutnya bersama MU, Stam, yang masih berumur 26 tahun, punya peranan penting bagi United saat berhasil memenangkan treble winners (Premier League, FA Cup dan Liga Champions) musim 1999. Ia lalu terpilih menjadi Bek terbaik seantero Eropa sesudah prestasi luar biasa itu.

United berhasil mempertahankan gelar juara Premir League di musim sebelumnya. Mereka unggul 18 angka dari tim runner up, sebelum akhirnya memastikan diri jadi kampiun. Catatan itu menjadi rekor baru di Premier League. Stam sendiri cuma absen di lima laga pada musim tersebut.

MU meraih tiga gelar liga berturut-turut pada musim 2000/01. Tapi sayangnya, Jaap Stam yang dibekap cedera achilles mesti melewatkan beberapa laga penting. Sir Alex pun melegonya ke Lazio di musim panas 2001. Tapi pada akhirnya, manajer legendaris Manchester United itu mengungkapkan bahwa keputusannya itu adalah suatu kekeliruan.