mu jelek
mu yang tak seperti dulu lagi

bolahero.Com – Manchester United sepertinya punya sebuah ‘budaya’ yang sering mereka lakukan di musim-musim krusial seperti saat ini. Ya, MU sering menyusahkan diri sendiri saat tengah dalam kondisi yang sebenarnya menguntungkan. Pas saat laga Manchester City vs Arsenal hanya berakhir seri 2-2, ada keriuhan yang nampak dekat dari Stadion Etihad. Lumrah saja, karena bagi para fans United, kegagalan City bermakna ada satu celah bagi United untuk merebut posisi tiga besar.

MU Hilang Jati Diri 

Sebelum laga kontra West Ham vs MU , City duduk di rangking dengan nilai 65, mereka cuma unggul dua angka atas United. Ini jelas menjadi keuntungan bagi MU, lantaran mereka masih mempunyai satu kelebihan satu pertandingan. Kans MU untuk ke Liga Champions musim depan awalnya tidak rumit. Setan Merah hanya butuh dua kemenangan lagi tanpa harus mempedulikan hasil yang diraih City.

Ini merupakan kondisi yang harusnya mudah bagi sebuah klub besar, tapi mungkin kondisi itu justru menimbulkan tekanan di kubu MU. Bayangkan saja kalau kondisi tersebut dihadapi oleh Barca. Alangkah bahagianya mereka memperoleh keringanan tersebut, apalagi ‘disajikan’ sendiri oleh sang seteru abadi.

Ketahanan dalam menghadapi tekanan jenis ini ternyata alpa dari United. Di Boleyn Ground, Rabu (11/5) dinihari WIB, saat para pendukung West Ham menantikan ending yang indah untuk laga terakhir di bagi stadion yang paling mereka sayangi itu, United justru dengan senang hati melepas tiga poin penting. United seakan-akan bukanlah menjadi lawan, tetapi pengunjung yang kebetulan merapat ke Boleyn Ground untuk menyaksikan pesta perpisahan.

Bisa dibilang MU di bawah asuhan Van Gaal menjadi tim yang sangat tanggung. MU tidak punya DNA gaya bermain khas maneer Belanda itu. Sepeninggal Sir Alex Ferguson, situasi di Old Trafford memang semakin pelik.

Laga di Boleyn Ground semalam menyajikan United dengan permainan yang tidak determinan serta tidak juga bermain cerdas sebagaimana tim-tim modern seharusnya berlaga. Cerita kalau MU sering menyusahkan diri sendiri sebenarnya telah terdokumentasikan dengan baik. Tiga trofi Liga Champions mereka dicapai melalui extra time, gol di injury time serta adu penalti.