isc
Komdis ISC Ditunjuk Langsung oleh Klub Peserta

Bolahero.com – Kompetisi jangka panjang yang digelar oleh PT GTS, Indonesia Soccer Championship (ISC) A tidak menggunakan perangkat Komisi Disiplin dari PSSI. Nantinya, tim kontestan ISC sendiri yang diberikan hak untuk memilih perwakilannya di dalam komisi itu.

Dirut PT Gelora Trisula Semesta (GTS), selaku operator ISC, Joko Driyono, menyampaikan kalau klub peserta dipersilahkan mengusulkan perwakilan untuk bergabung di tim Komisi Disiplin. Akan tetapi bukan berarti ada 18 anggota Komisi Disiplin. Melainkan hanya ada sekitar lima hingga tujuh orang.

“Semua tim diminta untuk mengusulkan perwakilannya. Dari situ nantinya ada 18 panelis, yang pada saat ada masalah dapat menghubungi lima hingga tujuh anggota untuk menegakkan disiplin,” ujar Joko.

Kendati demikian, para panelis itu mesti tunduk pada regulasi, bukanlah pada GTS. Siapapun panelis itu baru bakal diumumkan pada 18-22 April yang akan datang.

“SK pengangkatan mereka dari PT GTS. Namun mereka bukan tunduk pada kami, melainkan pada regulasi serta kode disiplin,” lanjut Joko.

Bukan cuma Komdis, penunjukkan personel Komisi Banding juga diusulkan langsung oleh para kontestan ISC. Mekanisme pemilihannya juga sama dengan Komisi Disiplin.

“Bukan hanya komisi disiplin, tapi ada juga Komisi Komersial dan Sponsor.”

Sementara untuk penunjukkan wasit, Joko menyampaikan kalau saat ini sudah ada 36 wasit yang dipilih PT GTS. Nantinya jumlah itu bakal dikerucutkan jadi 24 saja, yang kemudian akan ditunjuk oleh 18 klub peserta ISC.

Regulasinya, 36 wasit bakal bertugas lebih dahulu sepanjang satu bulan. Kemudian, mereka bakal dievaluasi serta diambil menjadi 24 saja, serta sesuai kelasnya.

“Di bulan pertama semua wasit masuk grade yang sama. Bulan berikutnya keudian akan dievaluasi, siapa yang masuk kelas A, B, C.”

Saat ditanya apakah wasit-wasit itu datang dari AWAPPI, sesuai keinginan Tim Transisi, Joko belum dapat meyakinkan. Ia hanya menyatakan kalau semua wasit adalah yang berafiliasi pada PSSI.

Joko menyatakan wasit-wasit itu bakal mendapatkan kontrak oleh pihak PT GTS serta mendapat gaji setiap bulannya, bukan per laga.