Kabar Liga Inggris: Ditahan Imbang Everton, Pep Guardiola: City Luar Biasa

Pep Guardiola tetap memuji pemainnya luar biasa, meskipun mereka ditahan imbang Everton 1-1 di kandang sendiri.

0
Kabar Liga Inggris
[image source elperiodico.com]

Bolahero.com – Kabar Liga Inggris : Manajer Manchester City, Pep Guardiola, memuji pemainnya luar biasa, meskipun mereka ditahan imbang Everton. Dalam laga lanjutan English Premier League, Sabtu (15/10/2016) lalu, The Citizen hanya mampu bermain imbang 1-1 menghadapi lawannya, The Toffees.

Bermain di hadapan para penggemar mereka di Etihad, sayangnya City tak bisa mempersembahkan sebuah kemenangan. Pertandingan itu tentunya tidak hanya tentang City dan Everton, tapi juga kedua manajer mereka yang ternyata memiliki ikatan sangat kuat.

Manajer Everton Ronald Koeman dulunya adalah teman sekamar Guardiola saat masih merumput di Barcelona. Di bawah asuhan Johan Cruyff, Koeman dahulu menempati posisi bek tengah, sedangkan Guardiola sebagai gelandang tengah. Itulah kenapa banyak yang tertarik dengan pertandingan kemarin. Dengan latar belakang yang mereka miliki, baik Guardiola atau pun Koeman, pastinya mempunyai gaya permainan yang berbeda.

“Saya sangat bangga dengan tim saya. Kami bermain luar biasa, tapi kami tidak menang,” kata Guardiola kepada Sky Sports (15/10/2016) usai pertandingan.

Baca juga:

 

Ini juga menjadi kali pertama bagi Guardiola menghadapi bos Everton Ronald Koeman. Dulu ketika masih menjadi pemain Blaugrana, bersama-sama mereka berhasil memenangkan empat gelar La Liga dan satu Piala Eropa.

Setelah pertandingan, Guardiola juga sempat memuji taktik pertahanan yang diterapkan oleh Koeman. Menurutnya, Everton bermain sangat baik dan mereka sangat layak diberi pujian.

“Di setiap pertandingan, entah itu menang atau kalah, kami pasti akan belajar. Saya baru di sini dan saya masih harus mengenal pemain saya,” imbuhnya.

Walaupun atmosfer di antara pemain terasa tegang, Koeman dan Guardiola mengaku sangat menikmati pertandingan itu. Seperti dikutip dari thesun.co.uk (15/10/2016), Koeman mengaku masih ingat hari pertama di mana Guardiola naik kelas dari tim B Barca ke level senior.

Kabar Liga Inggris
[image source voetbal.com]
“Dia masih muda. Saya adalah pemain yang lebih tua dan tentu saja Cruyff punya alasan sendiri kenapa dia menempatkan kami berdua di ruangan yang sama,” aku Koeman.

Bos Nou Camp saat itu, Johan Cruyff, memang melihat Koeman sebagai guru paling ideal untuk Guardiola, yang merupakan anak baru di timnya. Cruyff, menurut Koeman, sering mengatakan kepada Guardiola untuk belajar banyak hal darinya.

“Saya suka pemain muda, ketika mereka masih bersemangat untuk belajar dan berperilaku baik,” lanjut Koeman.

Di mata Koeman, Guardiola sekarang masih sama dengan yang dulu. Manajer asal Spanyol itu tetap “gila” sepak bola. Kepribadian dari mantan rekan setimnya itu juga tak berubah, menurut Koeman. Guardiola tetap menaruh rasa hormat pada siapa pun yang ditemuinya.

Guardiola muda juga telah menunjukkan bakatnya sebagai manajer. Koeman mengaku Guardiola selalu memiliki pandangannya sendiri. Dan tanpa keraguan sedikitpun, Koeman menilai Guardiola sangat jenius dalam sepak bola.

“Saat saya masih melatih Feyenoord, saya pernah mengirim Giovanni van Bronckhorst untuk menonton sesi latihan Bayern Munich tiga hari, ketika Pep ada di sana. Saya ingin belajar dan mencuri beberapa tekniknya,” ungkap Koeman tanpa basa-basi.

Koeman juga menceritakan bagaimana dia dan Guardiola masih terus berhubungan sebagai sahabat di luar lapangan. Ketika bertemu, keduanya biasanya akan berbicara tentang kenangan mereka sewaktu di Barcelona. Tentu saja, Guardiola juga mengingat pertemuannya dengan Ronald Koeman.

“Saya yang termuda, jadi saya harus beradaptasi dengannya (Koeman),” tandas Guardiola.

Kepada The Sun, bos Manchester City itu mengaku sering dijadikan “pelayan” oleh seniornya. Dia biasanya ditugaskan untuk mematikan lampu sebelum mereka tidur. Ketika Koeman membutuhkan air, dia juga harus bangun dan mengambilkan air untuknya.