Kabar Liga Inggris : MU Ditahan Imbang Liverpool, Mourinho: Salahkan Klopp

Jose Mourinho bersikeras Manchester United dan dirinya tak pantas dikritik karena hasil imbang tanpa gol di Anfield.

0
Kabar Liga Inggris
[image source standard.co.uk]

Bolahero.com – Kabar Liga Inggris : Jose Mourinho bersikeras Manchester United dan dirinya tak pantas dikritik karena hasil imbang tanpa gol di Anfield. Meskipun faktanya, taktik defensif yang dijalankan oleh United hanya mampu memberikan penguasaan bola 35 persen. Itu merupakan ball possession terendah United di Liga Premier sejak Opta mulai mengumpulkan data pada tahun 2003.

Kendati demikian, Mourinho tetap tak mau disalahkan atas hasil imbang itu. Dia menilai bahwa bos The Reds Jurgen Klopp yang seharusnya dikritik.

“Musim lalu United menang di sini. Liverpool punya 14 shot on target dan United memiliki satu,” jelas manajer asal Portugal itu.

Mourinho juga menegaskan bahwa timnya sudah bermain baik. Menurutnya, laga tandang melawan Liverpool merupakan pertandingan yang sulit.

“Dua shot on target dengan penguasaan bola 65 persen. Anda seharusnya bersikap kritis terhadap Liverpool. Ini adalah masalah mereka, bukan masalah kami,” lanjut Mourinho.

Baca juga:

 

Dalam pertandingan melawan The Reds, Mourinho memilih defensif line-up dan berusaha mendorong striker tunggal Zlatan Ibrahimovic dengan bola panjang. Sementara Juan Mata, Jesse Lingard dan Wayne Rooney, semua ditempatkan di bangku candangan. Selain itu, Anthony Martial juga harus absen karena cederanya belum sembuh.

Seperti dikutip dari ESPN (18/10/2016), Mourinho memilih defensif line-up karena ada sosok Emre Can dan Jordan Henderson di lini tengah. Namun, bukan cuma Mourinho yang mendapat kritik pedas karena pertandingan berakhir tanpa gol. Paul Pogba, yang diharapkan bisa tampil gemilang, ternyata tidak moncer di Anfield. Beberapa mengatakan bahwa itu adalah hasil dari strategi defensif Klopp.

Meskipun awalnya menyalahkan Klopp yang menurutnya tidak bisa memanfaatkan peluang, Mourinho mengakui Liverpool adalah tim yang sangat baik.

“Liverpool adalah keajaiban terakhir dalam dunia sepak bola. Mereka adalah tim yang bertahan dan juga berpikir untuk menyerang. Faktanya, Can dan Henderson bermain bersama-sama dan mengontrol posisi di mana Paul ingin mengontrol. Kami pikir hanya akan ada satu pemain di sana, tapi mereka memainkan dua,” jelas Mourinho.

Kabar Liga Inggris
[image source standard.co.uk]
The Red Devils terus mendapat kritik terkait performanya yang tak cemerlang. Mantan bintang Old Trafford, Paul Scholes, juga berpendapat sama. Di bawah Mourinho, United terlihat seperti belum menemukan identitasnya, menurut Scholes. Dia menyarankan agar Mourinho menemukan formula untuk mengakomodasi skuadnya yang masih terlihat tidak solid.

Scholes juga menilai manajer baru United itu belum bisa mengeluarkan kemampuan sebenarnya dari Paul Pogba, yang dibeli United dengan harga sangat fantastis. Sejak bergabung dengan United, Zlatan Ibrahimovic juga terlihat tidak begitu bersinar, seperti saat dia masih di PSG atau Inter Milan.

Hasil imbang tanpa gol tentunya juga membuat Klopp tidak senang. Menurutnya, Manchester United mungkin menginginkan hal tersebut, tapi timnya tidak. Klopp juga mengakui bahwa timnya kehilangan kesabaran terlalu dini, sehingga permainan Liverpool menjadi tidak baik.

“Penguasaan bola kami 65%, jadi kami seharusnya bisa melakukan yang lebih baik. Saya tidak berharap kami akan memiliki 10-15 peluang. Ketika peluang itu datang, sayangnya De Gea mampu menyelamatkan gawangnya. Dan kemudian merekaa (United) memiliki kesempatan itu dengan Ibrahimovic,” ucap Klopp usai pertandingan.

Usai pertandingan, Mourinho ternyata tidak hanya harus menghadapi kritik atas hasil imbang yang diperoleh timnya. Dia kini juga sedang diselidiki oleh Asosiasi Sepakbola atas komentarnya tentang penunjukan wasit Anthony Taylor sebelum pertandingan. Berikut adalah kutipan komentar Mourinho saat itu: “Dapatkah saya berbicara tentang wasit tanpa dihukum? Dia (Anthony Taylor) memiliki permainan yang baik dan saya kagum padanya. Tapi seseorang telah memberinya banyak tekanan dan itu membuatnya sulit memiliki kinerja yang baik, padahal dia punya. “