Indra Sjafri Akui Ada Kendala Dalam Menangani Timnas
Persiapan yang minim disebut Indra Sjafri jadi kendala melatih timnas

Bolahero.com – Salah satu kandidat calon pelatih, Indra Sjafri akui ada kendala dalam menangani timnas untuk saat ini. Pernyataan mantan pelatih Timnas-U19 disampaikan secara langsung setelah dirinya selesai melakukan presentasi di hadapan Komite Teknik dan Pengembangan bersama dengan beberapa tim ahli yang saat ini tengah melakukan seleksi pelatih timnas senior dan Timnas-U19.

Setelah Menpora mencabut sanksi pembekuan PSSI dan pihak FIFA pun telah mencabut hukuman kepada persepakbolaan Indonesia, salah satu agenda yang sedang dikebut adalah mencari pelatih untuk menukangi Timnas Garuda. Selain Indra, ada beberapa nama pelatih lainnya yang datang untuk melakukan presentasi diantaranya Rahmad Darmawan, Rudy Keltjes dan Nilmaizar. Presentasi ini dilakukan di kantor PSSI dan siapa yang terpilih nantinya akan mendapat tugas untuk melatih timnas yang akan tampil di Piala AFF pada November mendatang.

“Melatih timnas bukan hanya soal apakah siap atau tidak siap saja. Tetapi ini juga soal tanggung jawab bagi kita untuk mengabdi kepada bangsa serta negara ini,” ujar Indra Sjafri saat ditanya oleh awak media mengenai kesiapannya untuk melatih Timnas. Coach Indra juga mengaku bila persiapan timbas untuk tampil di Piala AFF terbilang sangat minim sehingga dirinya meminta kepada pendukung timnas supaya jangan terlalu memasang target yang muluk-muluk.

“Tapi jika berbicara mengenai soal ideal, sepakbola Indonesia sendiri kan sudah satu tahun ini tidak dalam kondisi ideal. Anda bisa membayangkan pelatih timnas yang akan menangani tim nasional dengan kondisi satu tahun tanpa adanya kompetisi. Bisa dibayangkan betapa sulitnya,” lanjut pelatih Bali United tersebut. “Makanya, siapa yang akan terpilih nanti menjadi pelatih timnas senior, saya harapkan kepada masyarakat agar paham betul mengenai hal itu. Yang paling penting adalah saya berpikir kita harus mulai memperseiapkan generasi-generasi baru untuk sepakbola Indonesia ke depannya,” sambungnya.

“Yang memanggil saya adalah integritas saya sebagai berbangsa. Ini adalah pertaruhan kredibilitas. Dengan tak adanya kompetisi, saya menghimbau kepada masyarakat luas agar siapa pun yang bakal menjadi pelatih harus bersikap realistis dalam menilai,” tutup Indra Sjafri.