Hodgson Sesali Hasil Imbang Kontra Rusia
Soal gol telat Rusia rupanya tidak membuat Hodgson menyalahkan pemainnya

Bolahero.com – Manajer timnas Inggris, Roy Hodgson sesali hasil imbang kontra Rusia dalam partai pembuka Grup B Euro 2016 yang berlangsung di Stade Velodrome pada Minggu, 12 Juni 2016 dini hari WIB. Sempat memimpin satu gol, kemenangan The Three Lions yang sudah berada di depan mata ini mesti tertunda setelah pemain Rusia, Vasili Berezutski, mencetak gol di menit injury time yang membuat pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1.

Inggris memulai laga dengan cukup baik walaupun mereka memang kesulitan untuk membobol gawang Rusia dan terbukti hingga babak pertama berakhir skor masih tetap imbang 0-0. Begitu babak kedua di mulai jalannya pertandingan semakin bertambah seru apalagi setelah Eric Dier mencetak gol untuk timnya di menit 73. Sayangnya Inggris gagal mempertahankan keunggulan mereka tersebut lantaran tandukan Berezutski di menit-menit akhir berhasil merobek gawang Joe Hart dan membuat laga berakhir seri 1-1.

“Saat Anda mendominasi laga seperti yang sudah kami lakukan kemudian saat Anda kebobolan maka rasanya tidak ubahnya seperti mengalami sebuah kekalahan,” papar Hodgson saat diwawancarai oleh ITV. “Selalu seperti itu rasanya mengalami kebobolan pada menit-menit akhir,” ujarnya melanjutkan.

“Ada banyak hal yang cukup bagus dan tadi memang gol penyeimbang yang bagus. Jadi kami mesti bisa menerima kenyataan ini dan segera move on. Masih ada banyak hal yang membuat saya merasa puas,” lanjut Hodgon yang meminta kepada timnya untuk melupakan hasil imbang ini dan fokus pada laga selanjutnya.

“Kami mengamankan sepak pojok dengan cukup baik namun Rusia membuat umpan silang yang bagus dan diakhiri dengan sebuah sundulan yang hebat. Momen dari sebuah kualitas luar biasa yang diperlihatkan oleh Rusia dan menurut saya itu bukanlah kesalahan kami,” kata Hodgson yang tidak ingin menyalahkan pemainnya atas gol Rusia di menit-menit akhir. “Saya pikir, kami memang pantas untuk keluar sebagai pemenang dan ini merupakan pil pahit yang mesti kami telan. Tetapi kalau kami bisa menelannya maka saya akan berharap kami bisa melangkah lebih jauh lagi ke depan,” tutup Hodgson.