mauro icardi
Gabung Inter Milan, Icardi Mengusung Misi Khusus

Bolahero.com – Inter Milan adalah tim pernah alami masa jaya saat mereka masih diasuh oleh Jose Mourinho, hingga mereka mampu mencapai tiga trofi sekaligus dalam satu musim. Tetapi kejayaan Inter semakin memudar menyusul hengkangnya The Special One.

Inter Milan saat ini mulai bangun lagi skuad terbaik mereka dan melakukan perbaikan mental, supaya kejayaan yang pernah mereka raih bisa terulang lagi.

Hal tersebutlah yang membuat striker andalan Inter Milan, Mauro Icardi, mengungkap maksudnya merapat ke klub asal kota mode itu. Pemain berumur 23 tahun menyatakan dianya menginginkan memperoleh raihan yang besar bersama Inter.

Pencapaian yang disebut oleh Icardi yaitu dengan menghadirkan banyak trofi juara untuk klub yang bermarkas di Giuseppe Meazza itu. Namun untuk wujudkan hal semacam itu, Icardi mesti berjuang keras.

Penampilan Inter yang fluktuatif bisa jadi penghambat untuk Icardi meraih tujuannya itu. Misalnya di musim ini, di mana Inter pada awal musim tampak luar biasa, tetapi performa tim alami penurunan saat masuk pertengahan musim.

“Saya bergabung dengan Inter untuk medapatkan hal besar. Saya menginginkan mengangkat trofi dengan berseragam ini serta saya selalu menyampaikan hal itu,” ungkap Icardi seperti dilansir Soccerway.

“Kami cuma mesti coba memenangkan setiap laga. Semuanya bisa terjadi dalam dunia sepakbola,” lanjutnya.

Inter Milan sendiri masih belum ingin mengangkat bendera putih berkaitan misi mengakhiri Serie A 2015-2016 di zona Liga Champions. Geoffrey Kondogbia yakin Nerazzurri bisa melakukan hal semacam itu.

Dengan Serie A tinggal tersisa tujuh laga lagi, Inter masih ketinggalan delapan angka dari AS Roma yang menempati posisi tiga –posisi paling akhir zona Liga Champions. Mauro Icardi serta kawan-kawan masih tetap berhenti di posisi lima serta mempunyai goal difference yang jauh inferior.

Walau demikian, Kondogbia menyebutkan Inter selalu berjuang untuk mengamankan posisi tiga. Dia dan rekan-rekannya tak bakal berhenti melakukan itu sampai posisi tiga tidak mungkin diraih secara matematis.

“Secara matematis ini belum selesai, serta kami mesti selalu yakin pada kans untuk finis di posisi tiga. Begitu disayangkan kami kehilangan banyak poin. Kami membayar mahal atas kekeliruan kami itu,” ujar Kondogbia di Corriere dello Sport.