Meski sudah melepas saham mayoritasnya namun Erick Thohir tetap menjadi presiden Inter

Bolahero.com – Pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir resmi lepas saham Inter Milan kepada konsorsium asal China, Suning Group. Pengumuman mengenai pelepasan saham ini sudah diumumkan melalui situs resmi Nerazurri pada Senin, (6/6/16) siang WIB. Meski baru saja melepas kepemilikan saham mayoritasnya namun Thohir tetap berstatus sebagai presiden klub walaupun kini dirinya hanya memegang saham minoritas.

“FC Internazionale Milano dan Suning Holdings Group pada hari ini telah mencapai kata sepakat terkait dengan kerja sama strategis. Dengan ini maka Suning Holdings Group akan menjadi pemilik saham mayoritas Inter Milan sebagai salah satu klub yang paling terdepan di Eropa semenjak berdiri pada tahun 1908,” bunyi pernyataan yang dirilis oleh Inter Milan sehubungan dengan tercapainya kesepakatan penjualan saham dengan pihak Suning Group.

Internasional Sports Capital bakal menjadi pemilik saham minoritas di klub sedangkan Erick Thohir akan tetap berstatus sebagai Presiden Inter Milan,” seperti yang dikutip dari situs resmi klub yang memberikan kejelasan soal status Thohir.

Kabar mengenai rencana Thohir yang akan menjual saham mayoritas miliknya kepada Suning Group ini memang sudah berhembus dalam beberapa hari terakhir. Meski begitu kabar mengenai pengakusisian tersebut baru datang dari kubu Suning Group sendiri sehingga rumor tersebut masih abu-abu tetapi saat ini semuanya sudah menjadi jelas dengan terjalinnya kesepakatan kerja sama dari kedua belah pihak.

Dari hasil penjualan saham mayoritas ini setidaknya Inter Milan ditaksir memiliki suntikan dana segar mencapai 700 juta euro atau kurang lebih sekitar Rp 10,7 triliun. Nilai tersebut memang naik sebanyak dua kali lipat bila dibandingkan pada waktu Erick Thohir membeli saham mayoritas dari mantan presiden Inter sebelumnya, Massimo Moratti. Dengan dana sebesar itu maka Inter Milan akan bisa memperkuat diri dengan membeli beberapa pemain bintang pada bursa transfer musim panas mendatang menyusul hasil kurang memuaskan yang didapatkan oleh tim besutan Roberto Mancini ini di musim 2015/2016 lalu di mana mereka gagal finis di posisi zona Liga Champions yang menjadi target utama di awal musim.