Biang Bola : Kualitas di Atas Rata-rata, Torino Ingin Ikat Joe Hart Secara Penuh

Keputusan Pep membuang Joe Hart ternyata langsung disambut oleh Torino,

0
Biang Bola

Bolahero.comBiang Bola : Setelah tidak lagi dikehendaki oleh Josep ‘Pep’ Guardiola berada di kubu The Citizen, Manchester City, akhirnya penjaga gawang nomor satu klub tersebut, Joe Hart, dipinjamkan ke klub yang berlaga di kancah Serie A Italia, Torino.

Memang di awal-awal debutnya, Joe Hart kurang dapat menunjukkan kualitasnya sebagai kipper handal di daratan Inggris, namun setelah beberapa kali penampilannya bersama Torino, akhirnya kehandalannya di bawah mistar gawang kembali lagi dan mendapatkan apresiasi dari banyak pihak, terutama manajemen Torino.

Dikarenakan hal itu, manajemen Il Toro ingin mengikatnya secara permanen hingga tahun 2021 mendatang. Namun, klausal yang muncul adalah jika dia pihak Manchester City dan dirinya bersedia dengan penawaran dari Torino itu, maka gajinya akan terpotong setengah.

Seperti yang diketahui, kontrak Joe hart di Manchester City akan berakhir pada tahun 2019 mendatang dengan gaji EURO 3,5 juta per musimnya, sedangkan penawaran dari Torino adalah dia akan dijadikan kiper utama tapi dengan gaji sebesar hanya EURO 1,7 juta per musim.

Walaupun ada kemungkinan The Citizen bakal melepasnya karena Pep tidak menghendaki Joe hart ada di dalam komposisi tim racikannya, namun belum tentu juga Joe Hart setuju karena gajinya terlalu rendah.

Bolahero.com - Biang Bola
[Image Source satupedia.com]
Namun, seperti lansiran dari Daily Star (29/9), ada kabar lain yang mengatakan bahwa Joe Hart memiliki rencana untuk menetap di Torino dan merasa nyaman di klub barunya itu. Banyak fans dan juga jajaran manajemen Torino yang mengelu-elukannya ketika dia berhasil menjaga gawang Il Toro ketika berhadapan dengan AS Roma sekaligus sukses mengandaskan Serigala Roma tersebut untuk yang pertama kalinya sejak 1990 lalu.

Tentu akan menjadi satu keuntungan istimewa jika ternyata nantinya Torino berhasil mendapatkan tanda tangan Joe Hart dan mengontraknya dengan jangka waktu lama, karena memang kualitasnya tidak dapat diragukan lagi. Bahkan sampai sekarang ini, Joe Hart masih tercatat sebagai kiper nomor satu untuk Timnas Inggris.

Penjaga gawang yang bernama lengkap Charles Joseph John ‘Joe’ Hart ini adalah pria kelahiran Shrewsbury, Inggris, pada tanggal 19 April 1987. Awalnya, Joe Hart bukanlah pemain sepakbola karena dia mulai masuk ke dunia olahraga dengan bergabung bersama tim cricket di daerah kelahirannya, bernama Shrewsbury CC, kemudian menghabiskan waktu 2 tahun untuk berlaga bersama Worcestershire.

 

Pada saat usianya menginjak 15 tahun, dia mulai tertarik untuk bergabung dengan klub sepakbola dan akhirnya dia diterima di Shrewsbury Town dan membela klub tersebut dari tahun 2003 sampai dengan 2006. Di klub itu, dia tampil sebanyak 54 kali dan berhasil membawa Shrewsbury Town ke Fotball League atau kasta nomor 2 di kancah sepakbola Inggris.

Pada bulan Oktober 2005, Joe Hart muda ditarik untuk menjadi penjaga gawang Timnas Inggris U-19 dan menjadi cadangan saat melawang Polandia. Pada saat penampilannya untuk yang pertama kali bersama Timnas Inggris U-19, banyak tim pencari bakat dari berbagai klub di English Premier League (EPL) yang datang untuk menyaksikan laga itu, mulai dari dari Everton, Arsenal, Chelsea sampai dengan Manchester City.

Setelah pertandingan tersebut usai, pada bulan januari 2006, dia terpilih sebagai pemain terbaik dalam kategori PFA Fan’s Player of The Month Awards Football League yang dipilih langsung oleh para pendukung website melalui Professional Fotballers’ Association.

Diketahui memiliki kemampuan handal di bawah mistar dan masih berusia muda, akhirnya banyak klub yang coba merayunya untuk ikut bergabung, namun Joe Hart lebih tertarik untuk memilih Manchester City sebagai klub pertamanya di EPL.

Bersama dengan Manchester City dari tahun 2006, dia sempat beberapa kali dipinjamkan, seperti ke Tranmere Rovers, Blackpool, Birmingham City dan kembali ditarik ke tim utama The Citizen. Sayangnya, ketika era kepemimpinan Guardiola, justru dia yang tampil impresif di bawah mistar harus terdepak dan dipinjamkan ke Torino.