Biang Bola : Di Bawah Asuhan Martinez, Radja Nainggolan Tidak Lagi Diistimewakan

Sebelumnya, di era Wilmots, Nainggolan mendapatkan perlakuan khusus, namun kini tidak di tangan Martinez.

0
Biang bola
[Image source garubasquare.blogspot.com]

Bolahero.com – Pelatih baru Tim Nasional (Timnas) Belgia yang baru, Roberto Martinez, memberikan aturan ketat kepada pasukannya, tak ada lagi biang bola dalam skuadnya yang dapat leluasa merokok. Sebelumnya, Radja Nainggolan memiliki perlakuan khusus dari Marc Wilmots, yaitu bebas untuk merokok.

Seperti diketahui, Nainggolan merupakan salah satu pemain yang memiliki kebiasaan merokok berat. Pemain bertipikal keras tersebut bahkan diberikan kamar khusus yang memiliki balkon ketika Timnas Belgia bermain, hal itu untuk mengakomodir kebiasaan Nainggolan.

Di gelaran Euro 2016 lalu, sempat muncul foto yang menunjukkan pemain berdarah Batak ini sedang merokok di hotel tim, namun Wilmots mengatakan bahwa memang sengaja dia memberikan keleluasaan khusus kepada Nainggolan untuk merokok. Bahkan dia juga diberikan balkon khusus agar tidak perlu mematikan alarm saat merokok.

Apa yang dilakukan oleh Wilmots ini cukup beralasan, pelatih yang kini masih menganggur ini hanya berharap Nainggolan mampu bermain dengan baik. Dia beranggapan bahwa tak perlu memberikan larangan selama biang bola yang bersangkutan dapat menunjukkan performa bagus di atas lapangan.

Biang bola
[Image source metroless.fxfollower.com]
Namun, seiring dengan pergantian pelatih dari Wilmots ke Martinez. Aturan tersebut dihapus, mantan pelatih Everton tersebut bahkan lebih tegas lagi. Tidak hanya rokok, Martinez juga melarang para pemainnya untuk minum–minuman beralkohol. Selain merokok dan minuman beralkohol, Martinez juga menyoroti kedisiplinan pemain, generasi emas Belgia ini diharapkan tertib dan tidak terlambat mengikuti sesi latihan tim.

Dikabarkan, Martinez akan memberikan denda kepada pemainnya bila kedapatan terlambat ketika pemusatan latihan, denda tersebut sebesar EURO 1000 atau sekitar Rp 14,7 juta. Sedangkan untuk pemain yang kedapatan merokok dan minum minuman beralkohol, denda sebesar EURO 200 Euro atau sekitar Rp 29,4 juta harus dibayarkan. Hukuman berupa denda pun tak berhenti disitu, apabila pemain tetap membandel, ancaman pencoretan dari skuad pun siap menanti mereka.

Namun, pencoretan yang dilakukan akan dipikirkan masak-masak. Martinez akan memberlakukannya kepada biang bola yang masuk dalam kategori indisipliner dan kemudian memanggil pemain bola lain yang memiliki kualitas setara dan sesuai kebutuhan tim. Pasalnya, pemain–pemain yang kini menghuni skuad Belgia bukanlah sembarang pemain. Banyak dari mereka merupakan pemain penting di klubnya masing–masing. Kemampuan dan pengaruh mereka tak bisa disampingkan begitu saja. Seperti diketahui, generasi timnas Belgia saat ini bisa dibilang generasi emas.

Selain masalah larangan minum-minuman beralkohol dan merokok, kedisiplinan yang diangkat oleh Martinez juga mencakup banyak hal. Salah satu contohnya adalah yang dialami oleh Eden Hazard, seorang gelandang enerjik milik klub Premier League.

 

Biang bola dari klub Liga Primer Inggris Chelsea ini dikabarkan harus menerima denda karena salah kostum. Hazard mendapatkan denda karena memakai pakaian bermerk Nike saat bersama Timnas Belgia. Padahal Belgia saat ini disponsori oleh rival Nike di dunia olahraga, yaitu Adidas.

Menarik dinantikan apa yang akan dilakukan oleh Martinez, pelatih yang kabarnya mengalahkan kualitas dari Louis van Gaal. Memang hingga kini, sepak terjang Martinez masih belum mengkilap walaupun sudah memiliki pengalaman melatih skuad muda, seperti ketika dia masih melatih di Everton. Sayangnya, hingga kini belum ada prestasi signifikan yang ditunjukkannya.

Martinez saat ini menjadi sorotan pecinta sepakbola, akankah dirinya mampu meramu skuad Belgia yang secara individu sangat–sangat berkualtias dan siap tanding atau justru membuat anak asuhannya itu menjadi bahan olokan oleh orang-orang Belgia pada umumnya? Belum ada yang mengetahuinya. Dari segala lini seperti tidak ada celah, bahkan di Euro 2016 mereka menjadi tim yang diunggulkan namun ternyata mereka gagal.

Dalam meracik komposisi penggawa yang diikutsertakan di dalam tubuh Timnas Belgia, Martinez menunjuk Thibaut Courtois sebagai penjaga gawang yang menurutnya sangat layak untuk berada di posisi tersebut. Sedangkan di lini belakang, Thomas Vermaelen dan Vincent Kompany menjadi dua pemain paling sukses sejauh ini di level klub. Di lini depan, Eden Hazard menjadi pengatur serangan dengan penyerang utama adalah Romelu Lukaku.