Biang Bola : PT GTS Lempar Kritikan Ke BOPI
PT GTS mengaku sudah mengingatkan klub-klub untuk mengurus ijin para pemain dan pelatih asing mereka

Bolahero.com – Berita terpanas biang bola datang dari PT GTS yang enggan disalahkan soal masalah izin kerja pemain asing yang saat ini ramai diperbincangkan. Seperti diketahui PT GTS memang tengah disorot setelah kedapatan adanya beberapa pemain dan pelatih asing yang bermain di ISC tetapi mereka tidak mempunyai Kartu Izin Tinggal Sementara/Terbatas atau KITAS.

Namun yang terjadi kemudian justru dari pihak terkait seakan saling lempar tanggung jawab dan dari pihak GTS yang diwakili oleh Direktur Kompetisi, Ratu Tisha, juga turut memberikan tanggapan soal laporan dari Save Our Soccer yang merilis laporan soal banyaknya pemain dan pelatih asing yang bermasalah seperti yang dicatat oleh berita biang bola ini.

Dalam laporan yang dirilis SOS, setidaknya ada 81 pemain dan pelatih asing yang keluar masuk dan berkiprah di TSC di mana sebanyak 64 pemain dan juga pelatih asing memakai visa on arrival kemudian 16 pemain dan pelatih memakai visa kunjungan usaha dan ada satu pemain yang tidak diketahui jenis visa yang digunakannya.

Dalam pernyataannya secara tegas Tisha mengatakan jika terkait ijin pemain dan pelatih asing ini seharusnya dituntaskan oleh pihak klub terkait dengan imigrasi dan masalah ini bukan wewenang pihak operator kompetisi.

“PT GTS sudah mengingatkan kepada klub-klub agar mematuhi peraturan yang berurusan dengan kenegaraan. Dalam masalah ini adalah klub dengan imigrasi. Karena kami tak mungkin sampai ke sana. Yang seharusnya ditanya adalah pihak klub,” kata Tisha dalam pernyataannya ketika dihubungi awak media.

“Kami memang mengecek kelengkapan data dari para pemain. Akan tetapi saat kami tahu jika pemain tersebut tidak memiliki KITAS dari pihak kami sendiri sudah mengingatkan. Tetapi memang saat itu kondisi (sepakbola) kan sedang tidak normal,” lanjut Tisha menambahkan.

“Seharusnya dari pihak BOPI yang memenuhi janjinya. Mereka mengatakan ketika MoU kepada kami jika mereka mau membantu yang namanya urusan kenegaraan, seperti misalnya untuk pengurusan VISA, KITAS, dan juga membantu proses imigrasi tetapi mereka kerjanya apa,” sambung Tisha. (Biang Bola)