Biang Bola : Pengibaran Bendera Palestina oleh Suporter Celtic Berbuntut Panjang

Aksi tersebut merupakan solideritas dari para pendukung Celtic terhadap orang-orang Palestina yang terus diintimidasi oleh tentara Israel.

0
biang bola
[Image source shaunynews.files.wordpress.com]

Bolahero.com – Dukungan biang bola pendukung kesebelasan Celtic kepada Palestina berbuntut panjang. Sekitar 100 an bendera Palestina berkibar di laga kualifikasi Liga Champions ketika klub asal Skotlandia tersebut menghadapi Hapoel Beer Sheva klub asal Israel.

Seperti diketahui, dalam pertandingan yang berkesudahan dengan kemenangan telak Celtic 5-2 tersebut sekelompok Fans Celtic yang menamakan diri Green Brigade mengibarkan ratusan bendera Palestina. Hal itu dilakukan sebagai dukungan kepada negara Timur Tengah tersebut yang kini mengalami konflik dengan Israel, negara asal klub Hapeol Beer Sheva.

Sebelumnya, mereka melakukan demonstrasi di luar Celtic Park sebelum pertandingan play-off Liga Champions menghadapi wakil Israel, Hapoel Beer Sheva dimulai, kemudian mereka melanjutkan aksi dengan mengibarkan bendera Palestina di dalam stadion

UEFA sebagai badan yang menaungi Liga Champions pun langsung mengambil tindakan tegas atas aksi suporter Celtic yang memang terkenal atraktif dan kontroversial tersebut, kabarnya Celtic mendapat hukuman denda sebesar GBP 16 ribu atau sekitar Rp 275 juta serta penjatuhan sanksi. Keputusan tersebut akan secara resmi diberlakukan setelah Komisi Disiplin menjalani sidang pada 22 September nanti.

biang bola
[Image source qzprod.files.wordpress.com]
Menurut aturan UEFA, apa yang dilakukan suporter Celtic tersebut memang dilarang dan hal itu tercantum pada pasal 16 (2), di mana UEFA melarang segala bentuk ekspresi pada dunia politik ke dalam ranah lapangan hijau.

Hukuman yang diterima oleh penguasa Liga Skotlandia, juara liga dalam lima musim terakhir secara beruntun, bukanlah hal yang aneh. Pasalnya, dua tahun sebelumnya mereka mendapatkan hukuman yang serupa. Saat itu suporter mereka juga mengibarkan bendera Palestina, ketika itu Celtic menghadapi klub Selandia Baru KR Reykjavic yang diakhiri dengan kemanangan telak empat gol tanpa balas.

Celtic sendiri sejauh ini telah mengeluarkan dana sebesar GBP 190 ribu atau sekitar Rp 3,2 miliar. Hal itu terakumulasi dari berbagai pelanggaran sejak tahun 2007 yang bila ditotal mencapai 11 pelanggaran. Jumlah itu bisa makin besar jika Celtic kembali dinyatakan bersalah.

 

Meski begitu, apa yang dilakukan oleh Celtic ini mendapatkan pujian dari banyak pihak, hal itu tak terlepas dari rasa kemanusiaan. Bahkan para biang bola pendukung Celtic pun merasa bangga dengan apa yang mereka lakukan. Hukuman yang diterima oleh Celtic ini pun tampaknya tak akan mengendurkan semangat para suporter untuk terus menunjukkan simpati mereka kepada Palestina.

Mereka merasa apa yang dilakukan oleh Israel sangat tidak adil, klub mereka bisa bepergian kemana pun yang mereka inginkan, seperti menghadiri pertandingan di stadion Celtic Park. Namun, kebebasan itu tidak bisa didapatkan oleh tim Palestina dan pemain mereka yang justru dibatasi.

Bahkan mereka kini menggalang dana untuk menyindir UEFA atas sanksi yang diberikan kepada klub kesayangan mereka. Dengan tagar #matchfineforpalestine , mereka telah mengumpulkan dana sebesar GBP 85 ribu. Dana tersebut akan diberikan kepada masyarakat Palestina melalui badan amal Medical Aid Palestine, yang mengirimkan barang-barang kesehatan, dan Lajee Centre sebuah proyek budaya dan olahraga untuk anak-anak di kamp pengungsi di Bethlehem.

Biang bola lain yang juga pernah mendapat hukuman serupa, adalah Barcelona yang didenda akibat mengibarkan bendera Estelada atau bendera Catalonia yang biasa digunakan kelompok separatis.

Barcelona harus membayar denda sebesar GBP 150 ribu. Tim juara Liga Spanyol 2015-2016 tersebut berdalih hal tersebut merupakan kebebasan berekspresi dan mereka menyebut hal tersebut tak adil dan diskriminatif. Barcelona pun dikabarkan mengajukan banding atas hukuman tersebut.