Biang Bola : Inilah Pemain-pemain Top Dunia yang Justru Dibuang Pep Guardiola

Selain Joe Hart, tak sedikit pemain hebat dan terkenal dunia yang merasakan tangan dingin dari Pep Guardiola.

0
Biang bola
[Image source les-transferts.com]

Bolahero.comBiang bola bernama Josep ‘Pep’ Guardiola tak hanya dikenal sebagai pelatih yang banjir prestasi, pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut juga dikenal sebagai pelatih raja tega meski dengan pemain berlabel bintang.

Kepergian Joe Hart dan Samir Nasri menjadi berita terhangat di bursa transfer musim panas ini. Terutama sang penjaga gawang, Joe Hart, amunisi pertahanan terakhir Timnas Inggris tersebut secara tak terduga harus pergi dan bermain di klub Serie A, Torino. Samir Nasri, gelandang serang yang telah memutuskan pensiun dari Timnas Prancis ini pun harus rela tempatnya digusur pemain baru yang didatangkan Pep dan memulai petualangannya di La Liga bersama Sevilla.

Bila dirunut ke belakang, sejak karir kepelatihannya bersama Barcelona, Pep telah banyak memakan korban, tak peduli bagaimana kualitas dan juga kepopuleran sang pemain, bila tak cocok dengan filosofi dan keinginan yang diusungnya, Pep tak segan membuangnya.

 

Bahkan, tak jarang dari para biang bola yang terbuang tersebut merupakan pemain yang sudah menjadi ikon hingga legenda di klub tersebut. Dengan berbagai alasan, baik teknis maupun non teknis seperti dianggap memberi pengaruh buruk kepada tim, pemain maupun dengan dirinya, Pep akan mempersilahkan sang pemain untuk pergi.

Menariknya, dari banyaknya biang bola hebat yang dibuang oleh Pep, bila digabungkan dalam satu klub, akan menjadi 11 pemain yang sangat mengerikan, dengan formasi 4-3-3, inilah 11 pemain terbuang korban keganasan Josep Guardiola.

Biang bola
[Image source hypebeast.com]

Penjaga Gawang

Joe Hart (2016) – Penjaga gawang utama Inggris ini kemampuannya sudah tak diragukan lagi, namun karena dianggap tak mau mengubah gaya permainan seperti yang diinginkan Pep, posisinya harus digantikan Claudio Bravo.

Pemain Belakang

Mengusung formasi empat pemain belakang, inilah tembok tebal yang bisa menjadi jaminan di lini belakang.

  1. Gianluca Zambrotta (2008) – Salah satu legenda Italia yang didatangkan dari Juventus yang telah mengantongi banyak gelar ini ternyata dianggap kurang mumpuni oleh Pep, hanya bertahan dua tahun, Pep melepas sang pemain berposisi bek kiri ini kembali ke AC Milan.
  2. Yaya Toure (2010) – Gelandang yang bisa bermain di posisi bertahan ini dilepas pada 2010, dirinya pun terbang ke Inggris bersama Manchester City di mana sekarang harus kembali bertemu dengan Pep.
  3. Emre Can (2013) – Produk akademi Bayern Munchen ini digadang–gadang menjadi pemain muda menjanjikan dari Bayern, sebelum kedatangan Pep.
  4. Dante (2015) – Pemain belakang senior ini berstatus pemain bintang ketika Pep mengambil pucuk pimpinan di the Allianz Arena dengan tiga gelar berhasil dipersembahkannya, namun hubungan yang kurang harmonis dengan Pep membuatnya harus pergi pada 2015 lalu.

Pemain Tengah

Dengan formasi 3 gelandang, pemain–pemain ini menjadi jaminan bagi pelatih mana pun untuk mengisi lini tengahnya.

  1. Deco (2008) – Sama seperti Zambrotta, pemain yang memiliki keturunan Brazil ini menjadi korban keganasan Pep pada 2008. Pep lebih memilih Andres Iniesta mengisi lini tengahnya.
  2. Toni Kroos (2014) – Kross disebut siap menjadi legenda bagi Bayern, setelah tiga gelar bersama Bayern menjadi pembuktiaanya, namun hal itu tak menjadi jaminan bagi Kroos, Real Madrid pun menjadi pelabuhan karirnya.
  3. Bastian Schweinsteiger (2015) – Legenda Jerman yang memutuskan pensiun dari timnas pada 2016 ini dianggap tak lagi memiliki kontribusi yang diharapkan Pep bagi Bayern. Tragisnya, di klub barunya, Schweini tak menjalani musim yang baik, nasibnya pun semakin tak jelas.

Pemain Depan

Tak akan ada yang pernah meragukan kualitas ketiga pemain ini, kecuali Josep Guardiola. Memilik Samuel Eto’o, Zlatan Ibrahimovic dan Ronaldinho adalah jaminan bagi tim manapun untuk mengoyak jala lawan – lawannya.

  1. Ronaldinho (2008) – Pemain murah senyum, yang disayangi suporter baik lawan maupun kawan. Legenda sepakbol Brazil dan dunia ini dianggap kurang dinamis dan kurang sesuai dengan strategi Pep, dan AC Milan beruntung mendapatkannya.
  2. Samuel Eto’o (2009) – 30 gol di musim pertamanya bersama Guardiola ternyata tetap membuatnya harus dibuang sebagai bagian transfer Zlatan Ibrahimovic.
  3. Zlatan Ibrahimovic (2010) – Lucu sebetulnya, Ibra didatangkan untuk menggantikan Eto’o, namun tak menjadikan dirinya mendapat keistimewaan, dianggap terlalu vokal biang bola satu inipun dilepas hanya satu musim sejak direkrut Guardiola.