Biang Bola : Mengenang Pesepakbola Miskin Peraih Golden Ball dan FIFA World Player

George Weah merupakan seorang legenda dari AC Milan yang menorehkan banyak sejarah penting di dunia sepakbola.

0
Biang Bola

Bolahero.com – Biang Bola : Publik Milan, khususnya yang menjadi pembela AC Milan tentunya tidak akan pernah lupa akan satu pemain yang pernah bermain dan membela Rossoneri beberapa tahun lalu, George Weah.

Saat bersama dengan AC Milan, Weah pernah dinobatkan sebagai pemain pertama luar Eropa yang berhasil mendapatkan Golden Ball (Ballon d’Or) dan FIFA World Player. Bahkan, dia merupakan satu-satunya pesepakbola dari benua Afrika yang berhasil mendapatkan sekaligus 2 penghargaan bergengsi di dunia sepakbola itu.

Bernama lengkap George Tawlon Manneh Oppong Ousman Weah, biang bola satu ini lahir di Monrovia, Liberia, pada tanggal 1 Oktober 1966, Weah sedari kecil memang sudah suka bermain bola. Walaupun memiliki bakat yang hebat, namun di kala itu, orang tuanya tidak kuat untuk membelikan sepatu bola untuk dirinya. Alhasil, ketika harus bermain sepakbola bersama teman-teman di daerahnya, Weah sering kali bertelanjang kaki atau tidak mengenakan sepatu, di jalanan.

biang bola
[Image Source i.ytimg.com]
Memulai debutnya di dunia sepakbola ketika dia bergabung dengan Mighty Barolle pada tahun 1985. Di klub tersebut, biang bola satu ini hanya bertahan satu musim saja. Walaupun hanya satu musim, namun dia berhasil mengantarkan klubnya itu memenangi Liberia Liberian Cup, Liberian Premier League dengan torehan 7 gol dalam 10 kali penampilannya.

Di musim berikutnya, Weah bergabung dengan Invicible Eleven dan kembali mengantarkan klubnya itu menjuarai Liberian Premier League dengan torehan 24 gol dalam 23 kali penampilannya. Dikarenakan hal itu, sebuah klub dari Kamerun, Tonnerre Yaounde, di tahun 1988 tertarik untuk mendatangkannya.

Bermula dari tim tersebutlah, dia akhirnya melalangbuana ke daratan Eropa dengan bergabung bersama klub yang dimanajeri oleh Arsene Wenger, AS Monaco. Di bawah kepelatihan Wenger, bakat sepakbola Weah semakin terlihat. Dia berhasil memenangkan penghargaan sebagai African Footballer of the Year pada tahun 1989, mengantarkan AS Monaco memenangi French Cup di tahun 1991 dan juga mencapai puncak kemenangan saat menjadi kampiun European Cup di tahun 1992. Dia berhasil mencetak 4 gol untuk 9 liga yang dilakoninya. Bersama Monaco sendiri, Weah telah mencetak 47 gol dari 103 penampilannya dan masuk dalam daftar Top 10 Scorers di UEFA Cup.

 

Setelah sukses bersama AS Monaco dan Wenger, Paris Saint-Germain (PSG) merekrutnya pada tahun 1992. Sayangnya, pada tahun itu, Liga Prancis atau Ligue 1 diterpa kabar kurang mengenakkan yaitu skandal pengaturan skor yang akhirnya membuat persepakbolaan di negara tersebut seperti mati suri.

Di musim 1994/1995, Weah berhasil menjadi top scorer di Liga Champions bersama PSG. Dan di klub ini, Biang bola satu ini telah mencetak 55 gol di 138 pertandingan yang dilakoninya. Di tahun 1995, AC Milan yang berhasil dipecundangi PSG di musim sebelumnya, berhasil mengontrak Weah untuk bergabung. Ternyata, tidak mengurangi kualitas karena berpindah-pindah klub, jusru di AC Milan, Weah kembali mengantarkan Rossoneri menjadi scudetto di Liga Serie A Italia untuk musim 1995/1996 dan 1998/1999. Bersama dengan AC Milan, Weah tampil sebanyak 114 kali dan mencetak 46 gol. Di tahun 1995 inilah, Weah dianugerahi predikat sebagai FIFA World Player dan meraih Ballon d’Or untuk yang pertama kali.