antonio conte sering berteriak dari pinggir lapangan
antonio conte sering berteriak dari pinggir lapangan

Bolahero.comBiang Bola kali ini tertarik untuk mengulik keunikan salah satu manajer top di tanah britania, yakni Antonio Conte. Pelatih baru Chelsea ini menjadi manajer anyar Chelsea menggantikan Guus Hiddink yang berakhir saat musim lalu telah usai.

Antonio Conte adalah manajer yang unik. Dunia mengenalnya sebagai pemain tengah Juventus yang selalu bekerja keras untuk memberikan kinerja terbaik di lapangan tengah timnya. Salah satu dedikasinya yang terbaik adalah pada saat menjuarai Liga Champions tahun 1996. Kala itu, Conte bersama dengan Didier Deschamps dan Paulo Sousa menjadi trio lini tengah yang kompak dan sulit ditaklukkan.

Sebagai mantan pemain tengah yang selalu terlihat aktif di lapangan, Conte ternyata membawa kebiasaan itu hingga saat ini. Meskipun memiliki peran yang berbeda untuk timnya, Conte tidak mau berdiam diri di pinggir lapangan melihat anak asuhnya bermain.

Conte dengan ekspresifnya selalu berusaha terlihat aktif dari pinggir lapangan. Conte akan sering terlihat melakukan teriakan-teriakan kepada pemainnya. Mulai dari sekedar memberikan instruksi agar si pemain mengerti, hingga memarahi pemainnya yang melakukan kesalahan.

Biang bola yang memperhatikan tingkah laku Conte ini mengaku sangat tertarik dengan pelatih nyentrik ini. Meskipun dunia sudah lebih dulu mengenalnya sebagai pelatih yang penuh gairah sejak menangani Juventus, namun melihatnya setiap minggu berada di bench Chelsea terkadang membuat kita ikut semangat.

Conte mengklaim dirinya melakukan hal tersebut untuk beberapa alasan, salah satunya adalah dia selalu mencoba memberikan arahan kepada pemainnya untuk memberikan umpan dan posisi yang tepat di lapangan di setiap momen.

Dia merasa apa yang dia lakukan itu penting. Contohnya ketika dia ingin memberikan instruksi kepada pemainnya di sisi yang berjauhan dari bench atau ketika Chelsea memainkan pola 4-2-4 dimana Conte ingin pemainnya untuk tetap bermain melebar dengan dua sayap di kanan dan kiri.

Dengan teriakan-teriakannya, Conte merasa bisa lebih membaca permainan. Terkadang ada salah satu pemain yang berdiri bukan pada posisi yang tepat di lapangan, sedangkan si pemain tidak menyadari hal itu, maka berteriak bisa menjadi jalan yang instan untuk dilakukan.

Meskipun begitu, Conte mengaku kelelahan setelah memimpin anak asuhnya menjalani pertandingan. Namun, dia akan tetap melakukannya karena keuntungan dan kemudahan Conte memberikan arahan kepada tim. Well, tetap semangat Conte dan sehat selalu dari Biang Bola.