Biang Bola : Masalah yang Dimiliki Balotelli Hanyalah Mentalitas

Marco Verratti percaya bahwa suatu hari nanti Balotelli akan dapat memahami bahwa sepakbola tidak hanya 90 menit di lapangan.

0
Biang bola
[Image source latimes.com]

Bolahero.com – Masalah yang dimiliki hanyalah mentalitas, namun Mario Balotelli bakal berubah menjadi lebih baik bersama OGC Nice, tim asal Prancis yang dibelanya sekarang. Itulah yang diungkapkan Marco Verratti kepada biang bola yang menjadi rekannya di Timnas Italia itu.

Penampilan impresif Mario Balotelli di laga debutnya mengundang decak kagum, tak terkecuali Verratti yang pernah bermain bersama di Timnas Italia ini. Verratti yang lebih dulu merasakan atmosfer sepakbola Prancis bersama Paris Saint-Germain ini cukup terkesan dengan Balo.

Menurut Verratti, masalah yang terbesar yang dimiliki oleh Balotelli sebenarnya hanya satu hal, yakni mentalitas. Meski dirinya yakin hal tersebut akan berubah seiring berjalannya waktu. Veratti percaya bahwa nantinya balo akan memahami bahwa sepakbola tidak hanya tentang 90 menit di lapangan, tetapi sepanjang pekan.

Balotelli tampaknya bakal menatapi hari–hari sepakbola yang cerah setelah menjalani beberapa musim yang buruk. Tak berhasil bersama Liverpool dan disia-siakan oleh sang pelatih Jurgen Klopp hingga tak mampu kembali bersinar bersama AC Milan menjadi masa lalu yang kurang menyenangkan bagi Balo.

Biang bola
[Image source lexpress.fr]
Biang bola yang terkenal penuh sensasi ini sebenarnya merupakan salah satu talenta muda yang memiliki kemampuan istimewa, dirinya bahkan digadang-gadang menjadi striker masa depan Italia. Namun, Balo ternyata lebih banyak berhubungan dengan kontroversi baik di dalam maupun di luar lapangan.

Mario Balotelli menjalani masa keemasan ketika bermain untuk tim Serie A Italia, Internazionale Milan, selama tiga musim Balo berhasil menyarangkan 20 gol. Beberapa trofi pun berhasil dipersembahkan untuk Nerazurri. Termasuk tiga gelar scudetto dan trofi Liga Champions berhasil dipersembahkan pemain yang pernah menjalani trial bersama raksasa Spanyol, Barcelona di usia 15 tahun ini.

Setelah menjalani musim yang penuh kontroversi pada 2009-2010, seperti berseteru dengan rekan, pelatih dan dengan para fans karena menunjukkan kecintaannya kepada seteru, AC Milan diikuti dibuangnya jersey Inter di laga semifinal Liga Champions menghadapi Barca, Balo pun dilepas ke Inggris untuk bermain bersama Manchester City.

Bersama City, ternyata ulah Balotelli tak berhenti, mulai dari membakar rumahnya dengan kembang api, tabrakan dengan mobil sportnya, berseteru dengan Roberto Mancini hingga yang fenomenal, selebrasi dengan menunjukkan kaos “Why Always Me”. Namun, biang bola ini tetap berhasil mempersembahkan trofi juara untuk City, gelar Premier League untuk pertama kalinya sejak mereka raih pada musim 1967-1968.

Meski tak melihat laga perdana Balo, karena Verratti lebih memilih untuk menonton laga mantan klubnya, Pescara, Verratti yakin masa depan cerah bakal diraih Balo di Prancis.

Biang bola
[Image source sportal.co.nz]
Marco Verratti merupakan pemain muda masa depan Italia. Pemain kelahiran 5 November 1992 itu memulai pendidikan sepakbolanya bersama Pescara junior, tim kota kelahirannya.
Pada tahun 2008, Verratti promosi ke tim senior, penampilannya pun langsung mengundang decak kagum tim–tim besar Eropa.

Pada 2012, Pescara akhirnya memulai petualangannya bersama tim besar Eropa, Paris Saint-Germain. Bersama PSG yang mengontraknya selama lima tahun, Verratti telah bermain dalam 109 laga dan mencetak tiga gol.

Di tim tersebut, Verratti berhasil meraih banyak trofi, khususnya trofi domestic, jawara Ligue 1. Sejak menjalani laga debut ketika bermain menghadapi Lille, biang bola satu ini berhasil merasakan empat gelar juara liga.