Biang Bola : Sepak Terjang Jose Mourinho Angkat Klub ‘Mati Suri’ Menjadi Bersinar

Walaupun bermulut besar, bengal dan sering memunculkan sensasi dan menciptakan kontroversi, berbagai prestasi juga berdiri berjajar di belakang The Special One ini.

0
Biang bola
[Image source metro.co.uk]

Bolahero.com – Keras, penuh kontroversi dan sensasi serta tidak hanya mulut saja yang berkoar, namun prestasinya juga berkibar, Jose Mourinho adalah sosok biang bola dalam kategori pelatih yang sangat bertalenta dan diinginkan oleh klub manapun.

Selalu mendapatkan gelar juara bersama tim yang dilatihnya, itulah keberhasilan pelatih Jose Mourinho. Namun, karirnya bersama Internazionale Milan menjadi memori terindah bagi pelatih berkebangsaan Portugal ini.

Pelatih berjuluk Special One ini mulai menarik perhatian pecinta sepakbola ketika membawa FC Porto meraih trofi Liga Champions. Mou pun akhirnya berhasil meraih trofi juara Liga Champions kedua setelah melatih Nerazzurri.

[Image source goal.com]
Ketika ditanya manakah yang terbaik di antara dua tim yang berhasil dibawanya meraih trofi juara, dengan tegas Mou menjawab, Nerrazurri Internazionale Milan. “Kemenangan bersama Inter, melawan Bayern Munchen di final,” tegasnya.

Menurut Mou, perbedaan mendasar dari keberhasilannya itu adalah skuad yang ada di antara kedua klub. Menjadi juara bersama Porto disebutnya sebagai kemenangan bersama para pemain muda, sedangkan bersama Inter lebih istimewa karena komposisi tim saat itu dihuni beberapa pemain veteran yang tidak lama lagi akan menghabiskan karirnya.

“Bersama Porto, saat itu kami adalah tim dengan banyak pemain muda, tim dengan masa depan yang masih jauh. Sedangkan di kubu Inter diisi dengan bintang-bintang tua yang sepanjang karirnya ingin memenangkan Liga Champions. Namun terus gagal dan yang ada hanya rasa frustasi,” ungkap Mou.

[Image source goal.com]
Saat ditangani Mourinho, seperti diketahui, Inter dihuni beberapa pemain yang usianya sudah ada di atas 30 tahun, seperti salah satu contohnya adalah pemain asal Argentina yang juga kapten tim, Javier Zanetti.

Tidak hanya Zanetti saja, ada beberapa pemain juga akan menjalani kesempatan terakhirnya bermain di final Liga Champions seperti, penjaga gawang Francesco Toldo, pemain belakang Ivan Cordoba dan Esteban Cabiasso.

 

“Saat itu, Inter adalah tim tua, sekarang atau tidak sama sekali, itu sebuah perjalanan yang gila,” jelasnya.

Selain para pemain veteran, sang presiden, Massimo Moratti serta para suporter dari Nerazzurri juga telah lama mendambakan trofi Liga Champions. Terakhir kali Inter menjadi juara Eropa adalah lebih dari 3 dekade lalu. Akhirnya seperti yang didambahkan, Mou dan Inter berhasil meraih trofi Liga Champions, dua Scudetto, satu gelar Coppa Italia dan Supercoppa Italiana.

[Image source skysports.com]
Setelah berhasil menancapkan namanya di deretan pelatih terkenal dunia karena membawa FC Porto dan Inter Milan ke masa keemasan, Roman Abramovic yang kala itu sudah mengakuisisi Chelsea langsung kepincut. Mou dikontrak untuk menangani The Blues Chelsea selama 3 tahun. Di Chelsea dalam 3 musim, Mou berhasil mempersembahkan dua gelar Premiere League, satu gelar FA Cup dan FA Community Shield serta dua gelar Foorball League Cup.

Kemudian pengembaraannya berlanjut bersama Real Madrid di tahun 2010 hingga 2013. Di kubu El Real, Mou berhasil meraih tiga gelar, La Liga, Copa del Rey dan Supercopa de Espana. Sayangnya, bersama Madrid, Mou justru banyak memunculkan kontroversi terutama ketika berhadapan dengan seteru abadi Madrid, Barcelona.

[Image source skysports.com]
Setelah membawa Los Blancos ke masa keemasan, biang bola satu ini pun akhirnya kembali ke Inggris, namun, comebacknya bersama Chelsea di musim 2013 hingga 2015 tidak terlalu berhasil, Mou hanya mampu memberikan dua gelar, Premiere League dan Football League Cup. Bahkan setelah itu, di musim berikutnya, Chelsea harus terjerembab ke papan tengah dan membuatnya harus hengkang dari kubu The Blues.

Sempat dirumorkan akan menjadi pelatih Tim Nasional Indonesia, kini Mou berlabuh ke Old Trafford atau kandang Manchester United. Di klub barunya ini, Mou diharapkan dapat membuat kubu Setan Merah kembali berjaya setelah kepergian Sir Alex Ferguson yang kemudian digantikan oleh David Moyes dan Louis van Gaal yang ternyata harus terseok-seok bak ‘setan luntur’ tersebut.

[Image source skysports.com]
Walaupun sempat mengatakan akan bersiap mempersembahkan prestasi menggembirakan, namun jalan masih sangat panjang bagi Mou. Di awal musim English Premiere League 2016/2017, United perkasa dengan mengandaskan banyak klub di Liga Inggris lainnya, namun petaka ketika klub ini harus berhadapan dengan rival sekota mereka, Manchester City, yang mana menjadi pembuka kekalahan demi kekalahan lainnya.

Nah, sanggupkah Mou membalikkan keadaan dan membuktikan ucapannya untuk kembali membawa masa kejayaan Manchester United sekaligus tetap menancapkan namanya di deretan biang bola dalam kategori pelatih yang ternama di dunia? We’ll see.