Berita Sepakbola Nasional Terbaru : Gunakan Paspor Indonesia Palsu, Penyerang Al Nasr Terkena Sanksi AFC

Wanderley Santos Monteiro Junior sempat menghebohkan publik Tanah Air juga dunia.

0
Berita Sepakbola Nasional Terbaru
[Image source merahputih.com]

Bolahero.com – Jika di klub AS Roma, Italia atau Tim Nasional Belgia ada nama Radja Nainggolan yang masih berdarah Indonesia dan kini berkiprah di luar negeri, ada satu lagi yang menjadi berita sepakbola nasional terbaru yaitu terkait dengan seorang penyerang haus gol dari Al Nasr, Wanderley Santos Monteiro Junior. Kabarnya dia juga memiliki paspor Indonesia.

Bumi seperti berputar begitu cepat bagi Wanderley Santos Monteiro Junior. Striker klub Uni Emirat Arab, Al Nasr ini sebelumnya menjadi pahlawan, dua golnya mengantarkan kemanangan 3-0 atas El Jaish. Kini, Wanderley harus menjadi pesakitan karena mendapat hukuman dari AFC.

Asosiasi sepakbola Asia tersebut melakukan investigasi kepada pemain kelahiran Brazil ini. Hal tersebut menyusul adanya laporan yang menyebutkan paspor Indonesia yang digunakan oleh Wanderley adalah palsu.

Seperti yang dikutip dari pernyataan resmi melalui situs resmi mereka, AFC mengatakan bahwa ada dugaan bahwa paspor yang dimiliki Wanderley palsu. Bahkan pihak AFC telah mendapatkan pengumuman yang dirilis resmi oleh Pemerintah Indonesia yang menyatakan bahwa paspor yang dimiliki pemain bola itu adalah palsu.

Berita Sepakbola Nasional Terbaru
[Image source superligachina.com]
“Ketua Komite Disiplin AFC hari memberikan hukuman sementara kepada Wanderley Santos Monteiro Junior dari sepakbola Asia selama 60 hari, sambil menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan terkait status kewarganegaraannya.Hasil dari investigasi ini nantinya akan diserahkan kepada Komite Disiplin AFC untuk membuat keputusan akhir.”

Dalam peraturan yang ditetapkan AFC, setiap pemain yang akan berlaga di Liga Champions Asia atau LCA) wajib memenuhi syarat berupa dokumen pribadi dan wajib asli. Hal itu tercantum dalam Pasal 26.4.3.

“Menurut peraturan (Pasal 26.4.3), setiap pemain yang berpartisipasi dalam Liga Champions Asia (LCA) dianggap tidak memenuhi syarat jika AFC menentukan bahwa dokumen yang diserahkan saat pendaftaran adalah palsu,” tulis AFC.

Merasa kecolongan, AFC pun langsung mengambil langkah cepat. AFC pun menjadi lebih berhati-hati terkait para pemain dari luar benua Asia yang saat ini memiliki paspor dari negara Asia atau anggota AFC. Sejauh ini tercatat ada tiga pemain dari luar Asia memiliki kewarganegaraan Asia di LCA 2016.

 

“AFC sangat serius tentang integritas kompetisi. Karena itu sejalan dengan visi dan misi yang baru diluncurkan, AFC juga menerapkan toleransi nol untuk semua bentuk korupsi,” tegas AFC.

Sebelumnya, setelah sempat gempar karena Wanderley disebut sebagai pemain Indonesia yang menjadi player of the week di Liga Champions Asia. Namanya pun lantas menjadi viral, akhirnya, pihak keimigrasian, Menpora dan PSSI pun bergerak untuk mencari tahu mengenai masalah ini, kemudian ditutup dengan pernyataan Keimigrasian yang menyebutkan mereka tak pernah mengeluarkan pasport atas nama Wanderley.

Penyerang kelahiran Campinas, Brazil, 11 Oktober 1988 itu terdaftar sebagai pemain asing asal Brazil, namun pada bulan Juli berubah kewarganegaraan Indonesia. AFC pun akhirnya mencantumkan nama Wanderley sebagai pemain Asia untuk melengkapi kuota 3+1.

Kasus yang menimpa Wanderley Santos Monteiro Junior ini pun sontak menjadi pemberitaan di berbagai negara. Tercatat beberapa media memberitakan masalah paspor palsu ini. Media sepakbola terkemuka seperti FourFourTwo pun tak luput mempublikasikan tulisan mengenai paspor palsu yang dimiliki Wanderley.

“Ada keanehan dari status kewarganegaraan pemain berusia 27 tahun tersebut, yang belum pernah bermain di Indonesia, dan sejauh yang diketahui, tidak memiliki orang tua berdarah Indonesia, namun terdaftar sebagai warga negara Indonesia,” tulis mereka dalam websitenya.

Kemudian L’Equipe, media asal Prancis membuat tulisan bertajuk, “Pemain Al Nasr diduga gunakan Pasport Palsu.” Begitu juga dengan The Sydney Morning Herald menampilkan judul “Mengungkap misteri kepemilikan pasport Indonesia oleh striker klub UEA Al Nasr.” Disusul juga dengan Channel News Asia dan USA Today yang juga menampilkan tajuk dan pembahasan yang sama mengenai status pemain Brazil–Indonesia dengan paspor palsu ini.

Saat ini, kabarnya selain mendapat hukuman larangan bermain dalam 60 hari, Al Nasr juga dikabarkan segera mendapatkan hukuman tambahan bila bukti – bukti dan hasil sidang Komite Disiplin AFC memutuskan mereka bersalah. Hal ini pun kan memengaruhi persiapan Al Nasr menjelang leg kedua menghadapi El Jaish di Dubai pada 14 September nanti