Berita Sepak Bola – AK47 Hembuskan Napas Terakhir, Atmosfer Sepakbola Indonesia Seakan Berhenti Sejenak

0
Berita Sepak Bola

Bolahero.com – Berita Sepak Bola : Kembali dunia sepakbola Tanah Air berduka, bukan karena perseteruan antar-suporter yang mengakibatkan hilangnya nyawa, melainkan kabar meninggalnya salah satu penjaga gawang gaek di Indonesia, khususnya di Arema FC, Achmad Kurniawan atau yang kerap dikenal dengan julukan AK atau AK47.

Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, AK sempat terbaring koma selama beberapa hari di RS Syaiful Anwar, Kota Malang, pada tanggal 28 Desember 2016 lalu. Setelah melewati masa-masa kritis, AK sempat menggerakkan jarinya yang membuat kerabat dan orang-orang dekat, termasuk jajaran manajemen Arema lega karena berharap ada kesembuhan.

Sayangnya, setelah itu, kondisi AK terus menurun dan akhirnya pada tanggal 10 Januari 2017 kemarin, penjaga gawang berusia 39 tahun tersebut tertidur untuk selamanya pada pukul 16.00 WIB.

Berita meninggalnya AK langsung menyeruak dan membanjiri lini massa, seperti Facebook, Twitter sampai dengan Instagram. Berbagai ucapan dan belasungkawa kepada keluarga dan ungkapan selamat jalan kepada AK yang disertai dengan foto-fotonya semasa masih hidup bermunculan di berbagai sosial media.

Bahkan, tidak sedikit broadcast via aplikasi chat, seperti BlackBerry Messenger, Line sampai dengan WhatsApp turut menjadi media penyebar informasi terkait kematian kakak kandung dari penjaga gawang Arema lainnya yang juga menjadi kiper dari Timnas Indonesia, Kurnia Meiga Hermansyah.

Sontak, dengan beredarnya kabar meninggalnya AK, banyak pihak, mulai dari manajemen Arema sampai dengan suporter yang menjadi rival abadi dari pendukung Arema, yaitu Bonek, turut mengucapkan selamat jalan dan ikut berbelasungkawa.

Satu persatu pemain atau juga orang-orang yang mengenal AK pun turut bersedih dan sedikit flashback ketika mereka bertemu atau juga bersama dengan pria yang memiliki tubuh sedikit tambun tersebut. Contohnya saja adalah mantan pelatih Arema, Milomir Seslija.

 

Milo atau panggilan akrab dari Milomir Seslija mengungkapkan bahwa kepergian AK yang begitu mendadak membuatnya sangat sedih karena sampai sekarang ini dia menganggap AK adalah putranya yang tertua.

Selain Milo, sederet pemain baik yang pernah bersama membela Arema di musim-musim lalu, penggawa Arema sekarang ini, pemain sepakbola dari tim lain sampai dengan tim sepakbola di Tanah Air ikut berbelasungkawa atas kepergian AK.

Alexander Pulalo yang pernah ikut membela Arema bersama AK dan bersama-sama menjuarai Copa Indonesia 2006 mengatakan bahwa AK merupakan teman yang sangat baik dan dia memiliki momen-momen istimewa saat bersama.

Kapten Arema FC sekarang ini, Hamka Hamzah juga mengaku sangat kehilangan sosok yang dianggapnya sebagai kakak. Hamka mengatakan bahwa dirinya dan AK memiliki kedekatan yang cukup erat karena keduanya menggunakan satu kamar bersama. Bahkan menurut Hamka, AK adalah sosok yang dapat mempersatukan tim karena dirinya mampu membuat suasana kaku dan panas menjadi mencair dan dingin.

Rekan satu tim AK, Raphael Maitimo pun tidak luput bersedih atas meninggalnya AK. Maitimo mengatakan bahwa AK ibarat saudaranya yang sering tertawa dan tersenyum. Dia sangat senang dapat satu tim dengan AK.

(Sumber gambar superball.id)

Selain itu, masih banyak pemain lain, seperti eks kiper Timnas U-19 Ravi Murdianto, pelatih Bali United Indra Sjafri, Hendro Siswanto, Persib Bandung, Semen Padang, Bobotoh Persib, Jakmania, Bonek sampai dengan Menpora Imam Nahrawi yang turut mengucapkan selamat jalan untuk AK.

Bahkan, nama AK dan Arema Berduka sempat menjadi trending topic tidak hanya sebatas nasional saja, melainkan juga menembus dunia, walaupun hanya bertahan beberapa jam dan kemudian turun.

Memang sempat terdengar rumor bahwa AK sempat koma dan meninggal seusai minum-minuman keras, namun hal tersebut langsung dibantah pihak keluarga dan manajemen Arema. Menurut konfirmasi resmi dari manajemen Arema, AK masuk IGD sampai akhirnya meninggal karena penyakit asam lambung dan serangan jantung.

Sesaat AK dinyatakan meninggal dunia, jenazahnya langsung dibawa terlebih dahulu ke kediamannya di Jalan Raya Mondoroko, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang yang kemudian diantarkan langsung untuk dimakamkan di tempat kelahirannya di Jalan H. Mo’ong RT06/RW02, Nomor 12, Kelurahan Baru, Kecamatan Pasar Rebo, Cijantung, Jakarta Timur.

Pada saat jenazah AK dibawa keluar dari RS Syaiful Anwar menuju tempat tinggalnya di SIngosari, ratusan Aremania beserta para pemain, eks pemain, pelatih sampai dengan staf manajemen ikut serta.

Selamat jalan Achmad Kurniawan – 47